TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Alat Reproduksi Pada Tumbuhan

Posted by Unknown Selasa, 29 Mei 2012 0 komentar

Alat Reproduksi Pada Tumbuhan

Reproduksi Pada Tumbuhan

A.    Reproduksi Vegetative

Reproduksi vegetative merupakan perkembangan yang tidak melalui proses pembuahan hingga reproduksi ini tidak memerlukan sel kelamin. Akibatnya, sifat-sifat tumbuhan baru hasil reproduksi ini sama dengan tumbuhan induknya. Samanya sifat tumbuhan baru dengan induknya tersebut unggul. Reproduksi vegetative dapat dibedakan menjadi reproduksi vegetative alami dan reproduksi vegetative buatan.

Mungkin anda membutuhkan Mungkin anda membutuhkan rpp dan silabus biologi smarpp dan silabus biologi smk atau rpp dan silabus biologi smp untuk menunjang proses pembelajaran pada mata pelajaran biologi.
a.    Reproduksi vegetative alami

Reproduksi jenis ini tidak melibatkan campuran tangan manusia. Reproduksi vegetative alami meliputi pembentukan tunas, batang tebu, batang singkong , daun cocor bebek, laos

1.    Akar Tinggal

Akar tinggal atau rizoma atau rimpang merupakan batang yang tumbuh horizontal menyerupai akar didalam tanah. Dari bagian ini, tumbuh tunas yang menjadi individu baru, misalnya pada bungga tasbih, lengkuas, dan jahe.

2.    Umbi Batang

Umbi batang atau tuber merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam batang dan terletak didalam tanah. Jika umbi ini ditanam, dapat tumbuh tunas menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tuber adalah kentang dan singkong.

3.    Reproduksi dengan Daun

Tepi-tepi daun pasti tumbuh, misalnya cocor bebek. Bersifat meristematis. Akibatnya, dari tepi-tepi daun tersebut dapat tumbuh tunas dan akar yang akan terpisah dari induyknya untuk membentuk tumbuhan baru. Peproduksi seperti ini dinamakan juga reproduksi melalui tunas advintif

b.    Reproduksi Vegetatif Buatan

Raproduksi jenis ini sengaja dilakukan manusia untuk memperoleh tanaman baru yang bersifatnya sama dengan induknya. Tumbuhan baru tersebut diambil dari tanaman induk yang telah tumbuh besar, sehingga tumbuhan baru itu akan cepat mengahasilkan dengan sifat yang sama dengan induknya. Berikut ini akan dijelaskan contoh-contoh perkembangan vegetative buatan.

1.    Mencangkok

Mencangkok dilakukan pada tanaman dikotil dengan cara membuang sebagian kulit dan kabium secara melingkar pada cabang. Kemudian daerah lukanya dibalut oleh tanah atau media lain dan diikat serta dibiarkan sampai tumbuh akar.

2.    Merunduk

Cara ini dilakukan dengan merundukan cabang tanaman kebawah sehingga menyentuh permukaan tanah. Batang tersebut ditimbun dengan tanah terutama pada bagian yang memiliki ruas. Pada ruas tersebut akan tumbuh akara dan tunas.

3.    Menempel dan menyambung

Menpel (Okulasi) dan menyambung bertujuan mengambungkan sifat dua tanaman sejenis atau semarga. Prinsip opulasi adalah emnumbuhkan bagian tanaman pada tanaman lain. Biasanya, bagian yang ditemnpelkan adalah mata tunas.

Prinsip dalam menyambung adalah memindahkan ujung ranting atau pun ujung cabang suatu tanaman pada bagian ujung ranting tanaman lain. Kemudian, sambungan tersebut diuikat.

4.    Menyetek

Merupakan cara paling umum dilalakukan karena mudah di kerjakan.Kita hanya memotong cabang sekitar 20 cm dan membenamkanya dalam tanah sedalam 5-10 cm.Arah mata tunas sebaiknya menghadap ke atas.

5.    Kultur jaringan

Kemajuan ilmu hormon tumbuhan mendorong para ahli pertanian mengembangkan pola produksi vegetative melalui teknik kultur jaringan. Jaringan tersebut diambil dari daun, batang , akar, ataupun bagian tumbuhan lainya. Melalui teknik ini dapat menghasilkan tumbuhan yang sangat banyak dalam waktu singkat.

B.    Reproduksi Generatif

Generatif adalah bahwa tanaman tersebut berkembang biak secar kawin, yaitu bertemunya sel jantan yang terdapat pada benang sari dan sel betina yang terdapat pada putik. Bertemunya 2 sel ini nantinya akan menghasilkan buah yang berbiji 2 yaitu dikotil. Tanaman yang dikembangbiakkan melalui cara ini biasanya memiliki sifat genetis yang berbeda dari tanaman induk dan biasanya mengalami kemunduran. Proses reproduksi seksual memerlukan gamet jantan dan betina. Proses perkawinan tumbuhan berbiji diawali oleh proses penyerbukan dan dilanjutkan dengan proses pembuahan.

1.    Penyerbukan pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) adalah menempelnya serbuk sari ke mikrofil (liang bakal biji). Dan terjadi pembuahan tunggal.

Alat reproduksi gymnospermae berupa strobilus jantan dan strobilus betina.

Proses penyerbukan pada gymnospermae umumnya dibantu oleh angin. Contoh tumbuhan berbiji terbuka ini antara lain :

Melinjo, pinus, damar, pakis haji dan cycas.
Manfaat gymnospermae

a.    Bahan makanan                    : biji melinjo
b.    Bahan industri kertas            : batang pinus dan batang melinjo
c.    Bahan obat-obatan               : juniper dan pinus
d.    Bahan terpentin dan plister    : tusam/pinus
e.    Bahan damar                        : pohon damar

2.    Penyerbukan pada tumbuhan biji tertutup (angiospermae)

Adalah menempelnya serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan ganda.
Alat perkembangbiakan angiospermae adalah bunga. Bunga meliputi berdasarkan perhiasan bunga dan alat kelamin bunga.

  • Perhiasan bunga meliputi kelopak dan mahkota bunga.
  • Alat kelamin bunga (alat perkembangbiakan)

Bagian sebelah dalam dari lingkaran perhiasan bunga adalah alat kelamin bunga. Bagian alat kelamin bunga terdiri dari benang sari sebagai alat pembiakan jantan dan putik sebagai alat pembiakan betina. Benang sari berada pada lingkaran sebelah luar dari putik.

Berdasarkan kelengkapan bagian bunga :

  • Bunga lengkap adalah bunga yang mempunyai kelopak, mahkota, benang sari dan putik
Misal : bunga sepatu, cabai, kecubung, mawar, melati, dan jeruk.
  • Bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak mempunyai salah satu atau beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin.

Berdasarkan kelengkapan alat kelamin :

1.    Bunga sempurna
2.    Bunga tidak sempurna
(Hardianto, 80:2004)

II.    Alat dan bahan

Alat    :

1.    Buku
2.    Polpen/pensil

Bahan     :

1.    Aseksual (Vegetatif)

     a.    Batang tebu ( Saccharum officinarum)
     b.    Batang singkong (Manihot utilissima)
     c.    Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata)
     d.    Laos (Rhizoma)

2.    Seksual (Generatif)

Bunga sepatu ( Hibiscus rosa-sinensis)


III.    Cara Kerja

  1.  Menyiapkan peralatan yang akan digunakan
  2. Menyiapkan bahan-bahan yang sudah disiapkan baik vegetatif maupun yang generatif
  3. Mengamati dan menyebutkan struktur/bagian tumbuhan vegetatif maupun tumbuhan generatif
  4. Gambarlah hasil pengamatan

IV.    Hasil Pengamatan

1.    Aseksual (Vegetatif)

a.    Batang tebu (Saccharum officinarum)

Gambar 1. Saccharum officinarum

Keterangan gambar :

1.    Ruas tengah tebu (Inter nodus)
2.    Lapisan luar tebu (Vagina)
3.    Tunas tebu (Gemma axiler)
4.    Ruas tebu (Nodus)

b.    Batang singkong (Manihot utilissima)

Gambar 2. Manihot utilissima


Keterangan gambar :

1.    Daun singkong (Lamina)
2.    Ruas batang singkong (Nodus)
3.    Tunas singkong (Gemma axiler)
4.    Ruas tengah singkong (Inter nodus)
5.    Akar (Radiks)



c.    Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata)
Gambar 3. Kalanchoe pinnata


Keterangan gambar :

1.    Tunas (Individu baru)    
2.    Tepi daun (Morgo)
3.    Daun cocor bebek (Lamina)
4.    Urat daun (Vena)
5.    Tankai (Petteolon)



d.    Laos (Rhizoma)
 Gambar 4. Rhizoma

Keterangan gambar :

1.    Batang laos
2.    Sisik luar laos (Scuama)
3.    Tunas laos (Gemma axiler)
4.    Isi laos (Rhizoma)
5.    Tunas ketiak (Gemma apical)
6.    Akar (Radiks)




2.    Seksual (Generatif)



1.    Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Gambar 5. Hibiscus rosa-sinensis


Keterangan gambar :
1.    Kepala putik              5. Pendukung benang sari dan putik
2.    Tangkai putik             6. Kelopak bunga
3.    Benang sari                7. Tangkai bunga
4.    Tangkai sari               8. Mahkota bunga



V.    Pembahasan

1.    Reproduksi Vegetative

Reproduksi vegetative merupakan perkembangan yang tidak melalui proses pembuahan hingga reproduksi ini tidak memerlukan sel kelamin. Akibatnya, sifat-sifat tumbuhan baru hasil reproduksi ini sama dengan tumbuhan induknya. Samanya sifat tumbuhan baru dengan induknya tersebut unggul. Reproduksi vegetative dapat dibedakan menjadi reproduksi vegetative alami dan reproduksi vegetative buatan.

2.    Reproduksi Generatif

Generatif adalah bahwa tanaman tersebut berkembang biak secar kawin, yaitu bertemunya sel jantan yang terdapat pada benang sari dan sel betina yang terdapat pada putik. Bertemunya 2 sel ini nantinya akan menghasilkan buah yang berbiji 2 yaitu dikotil. Tanaman yang dikembangbiakkan melalui cara ini biasanya memiliki sifat genetis yang berbeda dari tanaman induk dan biasanya mengalami kemunduran. Proses reproduksi seksual memerlukan gamet jantan dan betina. Proses perkawinan tumbuhan berbiji diawali oleh proses penyerbukan dan dilanjutkan dengan proses pembuahan.
Dari hasil pengamatan penulis dapat mengetahui ada dua cara tumbuhan bereproduksi yaitu dengan cara vegetatif dan generatif dari hasil pengamatan ini juga penulis dapat membedakan mana tumbuhan yang dapat digolongkan bereprogudsi secara vegetatif atau secara generatif



VI.    Simpulan

1.    Reproduksi Vegetative

Reproduksi vegetative merupakan perkembangan yang tidak melalui proses pembuahan hingga reproduksi ini tidak memerlukan sel kelamin. Akibatnya, sifat-sifat tumbuhan baru hasil reproduksi ini sama dengan tumbuhan induknya. Samanya sifat tumbuhan baru dengan induknya tersebut unggul. Reproduksi vegetative dapat dibedakan menjadi reproduksi vegetative alami dan reproduksi vegetative buatan.

a.    Reproduksi vegetative alami

Reproduksi jenis ini tidak melibatkan campuran tangan manusia. Reproduksi vegetative alami meliputi pembentukan tunas, batang tebu, batang singkong , daun cocor bebek, laos


b.    Reproduksi Vegetatif Buatan

Raproduksi jenis ini sengaja dilakukan manusia untuk memperoleh tanaman baru yang bersifatnya sama dengan induknya. Tumbuhan baru tersebut diambil dari tanaman induk yang telah tumbuh besar, sehingga tumbuhan baru itu akan cepat mengahasilkan dengan sifat yang sama dengan induknya. Berikut ini akan dijelaskan contoh-contoh perkembangan vegetative buatan.


2.    Reproduksi Generatif

Generatif adalah bahwa tanaman tersebut berkembang biak secar kawin, yaitu bertemunya sel jantan yang terdapat pada benang sari dan sel betina yang terdapat pada putik. Bertemunya 2 sel ini nantinya akan menghasilkan buah yang berbiji 2 yaitu dikotil. Tanaman yang dikembangbiakkan melalui cara ini biasanya memiliki sifat genetis yang berbeda dari tanaman induk dan biasanya mengalami kemunduran. Proses reproduksi seksual memerlukan gamet jantan dan betina. Proses perkawinan tumbuhan berbiji diawali oleh proses penyerbukan dan dilanjutkan dengan proses pembuahan. Reproduksi Pada Tumbuhan

Read More..

Ungkapan Terhadap Seseorang Kekasih

Posted by Unknown Minggu, 27 Mei 2012 0 komentar
Terbesit Rindu

Keheningan  malam kini sunyi
kerinduan menerpa
Hatiku merasa hampa ketika cinta kini pergi
Ku berdiri menatap langit malam
Kumencoba mancari bayanganmu kini kian pergi dari ku
Sebuah perpisahaan ini hanyalah sementara
Begitu berat kau lepasdiriku
Mengtkin kita kan salalu bersama
walau jarak terbentang jauh antara kita
Terasa sunyi tanpa sapaan lembut dari hatimu
tapi ku pandang wajahmu di layar kaca ku
ku dekap dan ku tatap senyum mu nan indah
yang mengobati karna kerinduan ku padamu
indah hatiku karna perhatian yang selalu kau curahkan untuk ku 
terima kasih ea selamani kau menjadi pelengkap hidupku
Damai berdamamu adalah keindahan 
Kini ku tahu kau mampu untuk bertahan 

Read More..

PRAMUKA JAGO MERAH

Posted by Unknown Senin, 30 April 2012 0 komentar
 PRAMUKA JAGO MERAH BENCANA.
Salam Pramuka ...........

sahabat pramuka siapa sich..........yang tidak kenal sama si jago merah yang dapat menyebabkan kebakaran ? meski kecil - kecil tapi cabe rawit . dan saggup memusnahkan sebuah wilayah dalam hitungan sekejap .
lah ... sebagai pramuka tulen, alangkah baiknya jika mampu menanggulangi bencana tersebut . mengapa harus anak pramuka kan sudah ada PMK alias pemadam kebakaran .. hehehehe .sesuai dengan kiprah pramuka paling tidak pramuka dapan menjadi pandu yang benar - benar mengayomi dan menjadi patriot sejati .

Pada  kali ini agar sahabat pramuka lebih mengenal jenis - jenis penyebab kebakaran diantaranya :

• Kelas A
Disebakan oleh :
Benda-benda padat, misalnya : kertas, kayu, plastik, keret, busa dan lain-lainnya

Media pemadaman :
Air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan alat pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering

• Kelas B
Disebabkan oleh :
Cairan yang mudah terbakar, misalnya : bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya

Media pemadaman :
Pasir dan alat pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.
Dilarang memakain air untuk jenis ini karean berat jenis air lebih tinggi dari berat jenis bahan-bahan di atas.

• Kelas C
Disebabkan oleh : listrik
Media pemadaman : alat pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran

dan cara penanggulangannya adalah sebagai berikiu :

Petunjuk pencegahan bahaya kebakaran
• PERHATIKAN INSTALASI LISTRIK
Periksa secara berkala instalasi listrik di rumah. Apabila ada kabel rapuh, sambungan atau stop kontak yang aus atau tidak rapat segera ganti dengan yang baru

• PERIKSA KONDISI DAPUR
Periksa kondisi tungku masak (baik kompor minyak maupun kompor gas, selang, tabung dll). Segera ganti apabila ada komponen yang rapuh atau bocor.

• TEMPATKAN BAHAN-BAHAN YANG MUDAH TERBAKAR PADA RUANGAN KHUSUS
Bahan-bahan yang mudah terbakar tidak ditempatkan bercampur dengan bahan yang dapat menimbulkan reaksi kebakaran
Hindari !!!
- Penggunaan peralatan listrik melebihi beban kapasitas meter listrik
- Pemasangan instalasi listrik dengan terlalu banyak sambungan (dengan isolasi) di rumah. Apabila terkena     panas listrik mudah memuai dan mengelupas
- Pada saat lampu padam, jangan letakkan lilin dekat bahan yang mudah terbakar (kasur, kain, kayu)
- Hindari peralatan dan bahan yang mudah terbakar dari jangkauan anak-anak

Siapkah kita jika terjadi kebakaran ?
• Penggunaan lift kebakaran dan tangga kebakaran .
Pada bangunan lebih dari 4 lantai harus disediakan lift dan tangga kebakaran
• Persiapan reservoir.
Reservoir harus selalu terisi air minimal untuk kebutuhan pemadaman selama 45 menit
• Siapkan jalan keluar darurat.


pramuka POLDA ACEH
Read More..

sejarah pramuka

Posted by Unknown Jumat, 27 April 2012 0 komentar
Sejarah Pramuka di Indonesia

GERAKAN pramuka Indonesia adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Kata "pramuka" merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota gerakan pramuka, yang meliputi pramuka siaga, yakni bagi mereka yang berusia 7—10 tahun. Pramuka penggalang (11—15 tahun), pramuka penegak (16—20 tahun), dan pramuka pandega (21—25 tahun). Kelompok anggota yang lain, yaitu pembina pramuka, andalan pramuka, korps pelatih pramuka, pamong saka pramuka, staf kwartir, dan majelis pembimbing pramuka.
Sedangkan yang dimaksud kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka. Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, serta perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Gerakan pramuka lahir pada 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya gerakan pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian, dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Kelahiran gerakan pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan, yaitu pertama, pidato Presiden/Mandataris MPRS di hadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.
Juga, diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan gerakan pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Serta mengesahkan anggaran dasar gerakan pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk, dan pegangan bagi para pengelola gerakan pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional, tetapi bagi gerakan pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai hari permulaan tahun kerja.
Selanjutnya, pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi gerakan pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai hari ikrar gerakan pramuka.
Kedua, pelantikan Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan panji-panji gerakan pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Pramuka. (TIM REDAKSI/S-3)

DKC ACEH


pramuka pemadam kebakaran
 ini punya ku mana punya mu

Read More..

Total Tayangan Laman