TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

INSTALASI SYSTEM OPERASI DASAR

Posted by Sakti Tri Kamis, 15 November 2012 0 komentar

MODUL

MODUL PENGAJARAN PROGRAM KEAHLIAN
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
SMK NEGERI 1 SINGKIL UTARA

MODUL  I
MENJELASKAN LANGKAH-LANGKAH INSTALASI SISTEM OPERASI

1.1  Pengartian Sistem Operasi
Sistem Operasi  merupakan penghubung antar pengguna komputer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi orang hanya menggunakan komputer dengan menggunakan signal analog dan signal digital. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi. Pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi maka sebaiknya perlu di ketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem operasi itu sendiri.
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelolaan seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (Sistem Calls) kepada pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan, serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer dapat lebih optimal.
Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat keras, program aplikasi, sistem operasi dan pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras  oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna. Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam sebuah negara. Dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan komputer secara benar. Untuk menghindari komflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama. Sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan = membuat penggunaan komputer menjadi menjadi lebih nyaman. Efisien = penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu berevolusi artinya sistem harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem yang baru.
1.2  Sejarah Sistem Operasi
Sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan dibagi kedalam empat generasi yaitu :
a.       Generasi pertama (1945-1955)
      Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti  sistem komputasi mekanik. Pada generasi ini belum ada sistem operasi.
b.      Generasi kedua (1955-1965)
      Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing  System. Yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian lalu dieksekusikan secara berurutan. Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi. Tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.
c.       Generasi ketiga (1965 – 1980)
      Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus , dimana para pemakai interaktif komunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer. Maka sistem operasi menjadi multi-user (digunakan banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus)  
d.      Generasi keempat (1980-sekarang)
      Dewasa ini sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling berhubung satu sama lain.
1.3  Jenis-jenis Sistem Operasi
Seperti telah disinggung di depan banyak jenis sistem operasi yang bisa digunakan, antara lain : POSIX, UNIX, MS DOS , MS Windows, LINUX, APPLE , dll. Dari sekian banyak sistem operasi yang interface (kontak) dengan user (pengguna) yaitu menggunakan TEXT (DOS, POSIX, LINUX), ada juga yang kontaknya dengan penggunaan GUI (Grafical  User Interface ) seperti MS Windows dan LINUX (LINUX bisa berbasis TEXTdan berbasis GUI).
Sistem operasi berbasis text artinya user interaksi dengan sistem dengan perintah-perintah yang berupa text. Lain halnya dengan sistem operasi berbasis GUI, pada sistem ini user dapat berinteraksi dengan sistem operasi memalui gambar-gambar/ simbol-simbol, dan tentu hal ini akan lebih memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. Itulah sebabnya mengapa sistem operasi yang berbasis GUI seringkali disebut”User Frendly”.
Pada modul ini membahas akan terfokus pada sistem operasi berbasis GUI dan akan dipilih MS Windows XP. Pemilihan ini tentu mempunyai alasan, diantaranya telah digunakan secara luas diberbagai kalangan saat ini, hanya mensyaratkan spesifikasi komputer sederhana, mudah dalam pengoperasiannya, kestabilan sistem cukup baik, serta mampu mengcover perkembangan teknologi (hardware/software).
1.4  Persiapan Instalasi Windows XP
  1. Persyaratan Hardware
Sistem komputer yang akan dilakukan penginstalan MS Windows XP mempunyai karakteristik minimal berprosesor 233 MHz Pentium atau lebih keatas, dan mempunyai RAM minimal 64 Megabyte. Space Hard Disk yang dibutuhkan minimal dibutuhkan 1,5 GB (1500 MB) untuk menginstalnya. Jika melakukan Instalasi Windows XP pada selain C, maka setup tetap membutuhkan space pada drive C minimal 100 MB untuk sistem dan log file selama pelaksanaan instalasi.
  1. Hal-hal yang perlu dipersiapkan menghindari error saat proses instalasi
Analyze Disk
            Pastikan bahwa hard disk anda tidak ada masalah (kerusakan) dengan menjalankan Analyze Disk sebelum melakukan setup, sekaligus segera betulkan (fix) jika ada masalah. Analyze disk dapat dilaksanakan dibawah system operasi windows (jika sudah ada, dan maksud penginstalan untuk Up grade/perbaikan system operasi yang sudah ada ) atau menggunakan DOS.
            Analyze disk menggunakan windows dapat dilakukan sebagai berikut : tutup semua program. Klik tombol start yang akan menampilkan menu windows, lalu pilih all program, selanjutnya accessories, pilih system tool , dan klik Disk Defragmeter, kemudian klik Analyze. Seperti gambar dibawah ini :


Scan Virus
Pastikan bahwa computer anda tidak terinfeksi oleh virus. Jalankan program antivirus terbaru dan ijinkan antivirus untuk me-remove (membuang) virus, jika memang ada.
Scan virus dapat dilakukan melalui system operasi windows (jika sudah ada terinstal windows, dan instalasi yang dilakukan bermaksud untuk up grade) atau under DOS.

Sebagai contoh scan virus dilakukan under windows XP, telah terinstall Norton antivirus. Klik shortcut norto antivirus.


Setelah virus di scan, sebelum di instalasi (SETUP) dijalankan, disable (non aktifkan) program ativus yang berjalan di computer anda (real time scan virus). Karena jika tidak di non-aktifkan dapat menggangu pelaksanaan instalisasi. Masing-masing program anti virus berbeda car ape-nonatifannya. Baca petunjuk dari program antivirus yang anda pakai. Setelah instalasi windows selesai, program antivirus dapat diaktifkan kembali.
            • Tutup Semua program
Sebelum melakukan instalasi, tutuplah semua program yang berjalan (running), termasuk nonaktifkan program SCREEEN SAVER, ADVANCED POWER MANAGEMENT SETTINGS, dan program-program lainnya, karena bisa mengganggu proses setup.
Untuk menonaktifkan screen server anda bisa membuka melalui control panel, pilih display, lalu pada tab screen server anda pilih none.
Demikian juga power management setting atau program aplikasi real time lainnya dapat dinonaktifkan dengan cara yang hanpir sama.
  1. Media yang digunakan untuk Proses  Instalasi Windows XP
Untuk melaksanakan instalasi system operasi Windows, tentu dibutuhkan masterprogram windows. Master program yang digunakan dapat tersimpan dalam CD, Hard Disk, atau server (internet atau ftp).
  1. Setting BIOS sebelum memulai proses Instalasi Windows XP
BIOS (Basic Input Output System) merupakan sekumpulan program yang di simpan dalam ROM yang  digunakan untuk melakukan tugas-tugas dasar. BIOS juga berfungsi untuk melakukan POST, memanggil system operasi, menjaga kestabilan dan kinerja system. BIOS sendiri terdapat sebuah chip memori tipe EEPROM (electrically erasable programmable read only memory), atau flas ROM yang memiliki kapasitas 2 MB. Produsen BIOS antara lain AMI, AWARD, dan phonix. Yang biasanya dipakai pada kebanyakan motherboard. Menu BIOS umumnya terdiri dari :
-           Standart CMOS setup
-          BIOS Features setup
-          Chipset Management Setup
-          Power Management Setup
-          PNP/PCI Konfiguration
-          Load setup Default
-          Integrated Pheriperals
-          Pasword Setting
-          IDE Hardisk Detection
-          Save and Exit setup
-          Exit Wihout saving
  1. Standart CMOS Setup, sub menu dari standart cmos setup adalah sebagai berikut :
Nama Menu
Keterangan
Time and Date
Melakukan perubahan tanggal dan waktu sistem BIOS
Floopy drive A and Floopy drive B
Menentukan penggunaan floopy A dan B, dan kapasitasnya
Setup Harddiks
Menentukan Kapasitas dan keberadaan Harddiks
Primary Master
Digunakan untuk harddiks utama atau HDD Sistem
Primary Slave
Digunakan untuk harddiks tambahan
Secondary Master
Digunakan untuk harddiks sistem ke-2
Secondary Slave
Digunakan untuk harddiks tambahan ke-2
2.   BIOS Features Setup, terdiri sub menu :
Nama Menu
Keteranga
1stBoot Device
Menentukan option pertama letak sistem boot untuk dibaca
2stBoot Device
Menentukan device beikutnya yang akan dibaca
3stBoot Device
Menentukan divice berikutnya yang akan dibaca
4stBoot Device
Menentukan device berikutnya yang akan dibaca
Try other boot device
Untuk mencari sistem selain diatas
S.M.A.R.T for harddiks
Menghindari harddiks dari kerusakan karena kesalahan suatu proses
Quick boot
Mempercepat booting komputer
System boot up Num Lock
Menghidupkan num lock saat pertama bekerja
Floppy drive seek at book
Untuk mencari system pada floppy
Pasword checking
Menentukan keberadaan password BIOS
Chace memory
Memilih antara L1 atau L2 yang digunakan atau keduannya
System BIOS shadow cacheable
Menentukan lokasi memory system BIOS
OS selector for DRAM>64
Untuk menggunakan OS2/WARP dan memory lebih 64 MB
  1. Chipset Features Setup, terdiri dari sub menu :
Nama
Keterangan
Virus Warning
Mencegah virus menulis pada tabel partisi hardisk
Enable burst
Menggunakan read and write burst pada memori
Cache Timing
Meningkatkan waktu penggunaan cache
DRAM Timing
Meningkatkan waktu penggunaan cache
Enhance VGA Performance
Untuk mengatur kinerja VGA
IDE timing
Meningkatkan waktu penggunaan IDE
  1. Power Management Setup, terdiri dari sub menu :
Nama
Keterangan
Advamce Power Management
Pengaturan Power Management
Video Power Down mode
Menentukan stanbay pada monitor
Harddiks Power Down Mode
Memberikan penundaan pemakaian harddiks sesuai waktu
Standbay Time Out
Mensetting waktu untuk stanbay
  1. PNP/PCI Konfiguration, menu ini digunakan untuk mengatur konfigurasi Plug and play hardware pada slot PCI
  2. Load Setup Defult, digunakan untuk memakai atau memanggil standart setup yang dimilki BIOS
  3. Integrated Peripheral, terdiri dari sub menu :
Nama
Keterangan
Serial Port 1
Menentukan port yang akan digunakan pada komputer
Serial Port 2
Menentukan port 2 yang akan digunakan pada komputer
Parallel Port
Menentukan LPT mana yang akan digunakan 1 atau 2
Parallel port IRQ
Menentukan Port Parallel IRQ yang akan digunakan
  1. Password Setting, untuk memberikan kata kunci saat membuka BIOS
  2. Save and Exit Setup, pilih untuk menyimpan dan keluar dari BIOS
  3. Exit Without Saving, keluar dari BIOS tanpa menyimpan hasil setup BIOS
Instalasi sistem operasi windows dapat dilakukan melalui MS DOS, maupun dari sistem operasi lain jika sudah ada (misalnya melalui windows sebelumnya, jika tujuan instalasi untuk meng-up grade system operasi windows ke sistem yang lebih tinggi)
Setup melalui DOS, adalah cara instalasi  yang paling handal dibandingkan dengan lainnya. Setup melalui MS DOS dilakukan jika hard disk yang dimiliki bersih (baru saja di format, belum ada sistem operasinya).
Untuk melakukan set up melalui DOS tentu harus booting melalui DOS. Untuk BOOTING DOS dapat digunakan CD bootable. Pada saat booting melalui CD, dapat diikuti langkah-langkah berikut :
-          Restart/reboot komputer anda
-          Saat komputer melakukan booting tekan dan tahan tombol DEL/F2, hal ini akan membawa ke menu SET UP BIOS
-          Selanjutnya pilih Opsi Boot
-          Jadikan CD/DVD ROM sebagai first booting system pada boot device priority
-          Simpan dan keluar dari Set UP BIOS
Komputer akan melakukan booting lagi melalui CD dan akan muncul command (DOS) prompt di layar anda. Setelah booting dari DOS dan muncul command prompt, kita harus dapat mengakses CD-ROM/Hard Disk yang merupakan source/master system operasi windows yanga akan diinstalasi dapat dimulai.


MODUL II
MELAKSANAKAN INSTALASI SOFTWARE SESUAI INSTALLATION MANUAL

2.1 Menginstal Windows XP Pada Harddiks baru
Untuk melakukan Windows XP kita bisa langsung menginstallnya walaupun harddisk masih kosong. Krena sebelum proses peng-copyan file, setup akan mempartisi dan memformat terlebih dahulu. Adapunlangkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.      Masukkan CD Windows XP ke CD-ROM. Pada saat muncul “press any key to bootfrom CD”, tekan sembarang tombol agar komputer melakukan booting dari CD-ROM. Selanjutnya booting akan me-loding seluruh file yang dibutuhkan untuk proses instalasi. Tunggu sampai proses loeding selesai.

b.      Maka muncul tampilan sbb, tekan Enter untuk melanjutkan.

c.       Tekan F8 pada keybord jika setuju dengan “Lincese Egreement”  yang diberikan

d.    Windows akan mengecek keberadaan partisi harddiks sebelum meng-copy file-filenya. Karena Harddiks masih baru dan belum memiliki partisi, maka setup akan mempartisi harddiks dulu. Cara dengan menekan C pada keybord yakni kita memilih pilihan ke-2 yakni mempartisi harddiks. Seperti tampilan sbb :

e.       Tekan enter untuk membuat partisi baru. JIka kita ingin membuat lebih dari satu partisi. Maka kita harus menekan ukuran pada “Create partition of size” sesuai ukuran yang tercantum. Kita tidak akan bias mempartisi Harddiks jika ukurannya melebihi ukuran yang tercantum. Seperti tampilan sebagai berikut :

f.    Karena partisi sudah siap. Tekan enter untuk melanjutkan proses setup Windows XP. Seperti tampilan berikut :
  
g.       Setup akan memformat partisi yang telah dibuat. Proses pemformatan menggunakan dua buah tipe, tipe FAT dan NFTS. Pilih “Format the partition using the NTFS file system” kemudian tekan enter untuk melanjutkan proses pemformatan.

h.   Tunggu proses pemformatan hingga selesai 100%, dilanjutkan dengan pengcopyan file-file windows hingga 100%.

i.   Dalam waktu 15 Detik computer akan menrestatatau klik Enter untuk langsung menrestat untuk melanjutkan instalasi Windows XP untuk membangun interface (tampilan) windows XP.

2.2 Menginstal Windows XP untuk membangun interface XP

a.  Muncul tampilan Installing Windows untuk persiapan membangun interface Windows XP 
b. Muncul tampilan untuk mengkonfigurasi opsi wilayah dan bahasa pada windowsXP kemudia klik Next

c. Isikan name dan organization untuk memberikan identitas pada windows XP yang akan di install. Klik   Next.
e.    Isikan product key/serial number untuk windows XP dengan benar kemudian klik next
f.       Isikan computer name untuk Windows XP serta administrator password untuk admin system XP (biasa dikosongin) klik next.
g.        Aturlah hari dan waktu untulk windows XP yang sedang di Install. Klik next
h. Aturlah dua tipe network untuk mengatur jaringan pada windows XP. Ada 2 pilihan diantaranya typical setting dan coustum setting. Kemudian tekan next.
i.  Pilihlah 2 pilihan untuk menentukan group network pada Windows XP. Klik next.j. Muncul tampilan boot screen Windows XP untuk pertama kali. Kemudian selama 30 detik diberikan perintah untuk mengatur resolusi layar secara default atau tidak. Tunggu beberapa saat untuk langkah selanjutnya.k. Muncul tampilan awal Welcome to Microsoft Windows, tentukan setting Windows XP selanjutnya untuk memerikasa konektivitas internet pada Windows XP. Jika ingin melanjutkan setting ini klik next, tetapi jika ingin melewatinya klik skip untuk langkah selanjutnya.

l.        Tentukan User/pengguna untuk menggunakan Windows XP ini. Terdapat 5 kapasitas untuk menentukan user pada system ini, klik Next. Untuk mengakhiri penginstalan klik finish saat tampilan ThankYou muncul !


m.    Welcomedan masuk ke desktopWindows XP



MODUL III
MENGECK HASIL INSTALASI DENGAN MENJALANKAN SOFTWARE (SAMPLING) DAN MELAKUKAN TROUBLESHOOTING
3. 1 Me-Restore Sistem
            Apabila kita menemukan masalah pada system computer, misalnya menjadi mudah hanya karena penambahan hardware atau penginstalan software baru. Maka solusinya adalah dengan menggunakan fasilitas system restore, yang berfungsi untuk mengambalikan kinerja sebuah system seperti keadaan sebelumnya. Kita tidak pernah merasa takut kehilangan data yang telah disimpan menggunakan fasilitas ini, seModul data-data tersebut tidak akan hilang. Adapun langkah-langkah adalah sebgai berikut.
  1. Pada awal Windowsa XP, klik menu start
  2. Buka All Program – Accessories – System – System Restore, sehingga muncul tampilan sebagai berikut :
  1. Klik Next
  2. Klik tanggak yang kita yakin bahwa pada saat system dalam keadaan normal. Klik Next
  1. Muncul konfirmasi yang menyatakan bahwa proses akan mengembalikan system ke menu tanggal yang dipilih tadi. Klik Next 
  1. Proses restore berhasil 


3.2 Mengatasi Kerusakan Pada Windows XP
3.2.1 Memperbaiki (repair) Windows XP
            Jika Windows XP anda rusak (corrupted) dimana anda tidak mempunyai system operasi lain untuk booting. Anda dpat melakukan perbaikan intslasi (repair Intasll) yang bekerja sebaimana setting (pengaturan) yang awal. Berikut adalah langkah-langkah dalam memperbaiki system XP:
·        Pastikan Anda mempunyai kunci (key)Windows XP yang valid
·        Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih ½ atau 1 jam tergantung spek computer anda.
·        Jika anda diminta password administrator, sebaiknya ada memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua, bukan yang pertama
·        Masukkan CD Windows XP anda lakukan booting CD tersebut.
·        Ketika sudah muncul opsi perbaiakn kedua R=repair , tekan tombol R. Ini akan memulai pebaikan.
·        Tekan tombol F8 untuk menyetujui pross selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
·        Tekan tombol R saat director tempat Windows XP anda terinstal biasanya C:\\WINDOWS
·         Selanjutnya akan dilakukan pengecekan driver C: dan mulai menyalin file-file. Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biar CD anda dalam drivernya.
·         Berikutnya anda akan memilih sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan, dia tampak seperti isntalasi XP normal yang biasanya, meliputi “Collecting Information, Dinamic Update, Preparing Intalasi, Inlation Windows, Finalizing Instalation “.
·         Ketika ditanya klik tombol Next
·         Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP anda yang valid
·         Normalnya anda mengiginkan tetap berada dalam nama domain atau Workgroup yang sama.
·         Komputer akan restart
·         Kemudia anda akan mempunyai layar yang sama sebagiamana pengaktifan sistem ketika instalasi normal
·         Registrasi jika anda menginginkan (biasanya tidak diperlukan)
·         Selesai
Sekarang anda bisa login dengan account anda  yang sudah ada.
3.2.2 NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or currupt ).
            Jika anda mendapat pesan error bahwa “NTOSKRNL not found”/ NTOSKRNL tidak ditemukan, dilakukan :
-          Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut
-          Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama dari CD tersebut
-          Tekan angka sesuai dengan lokasi intslasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai
-          Biasanya #1
-          Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada
-          Tulis : CD i386
-          Tulis : expand ntkrnlmp.ex_C:\Windows \System32\ntoskrnl.exe
-          Jika Windows XP anda terinstal di tempat lain. Maka diubahlah sesuai dengan lokasinya.
-          Keluarkan CD anda dan ketikan EXIT
3.3.3 Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang
Jika anda mendapat error dengan tulisan:
Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”
-          Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut
-          Pada saat muncul opsi R=repair yang pertama, tekan tombol R
-          Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai
-          Biasanya #1
-          Masukkan Password administrator jika diperlukan
-          Tulis : cd\windows\system32\config
-          Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan
-          Tulis: ren software software rusak ATAU ren system system rusak
-          Berikutnya lagi juga tergantung dibagian mana letak terjadinya kerusakan:
-          Tulis : copy\windows\repair\system
-          Tulis : copy\windows\repair\software
-          Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
3.2.4 HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing Corrupt).
            Jika anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll. ada kemungkinan file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi


BY. Johan,ST

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Total Tayangan Laman